Jumat, 16 Desember 2011

Alan Mathison Turing (1912 – 1954) “Pencipta Mesin Turing”

 

Perkembangan komputer pada saat ini memang dibilang sangat luar biasa. Berbagai processor jenis baru terus lahir yang membuat  kemampuan komputer terus meningkat dengan pesat. Memang kecepatan komputasi komputer modern makin meningkat tapi konsepnya tetap sama yaitu menggunakan mesin turing sebagai “Ibunya”.
Orang yang berjasa menciptakan mesin turing adalah Alan Mathison Turing, ahli matematika asal Inggris. Ia mengembangkan teori tentang “mesin universal” yang mampu memecahkan persamaan matematis. Selain merupakan peneliti komputer modern digital pertama, Alan juga yang pertama kali berpikir menggunakan komputer untuk berbagai keperluan. Bahkan saat menemukan mesin turing, ia belum lulus kuliah.
Alan Mattison Turing lahir di Paddington London, 23 Juni 1912.  Anak kedua dari Julius Mathison Turing dan Ethel Sara Stoney, melewati awal hidupnya di sebuah rumah panti asuhan di India. Pada tahun 1926, saat berumur 14 tahun, ia kembali ke Inggris untuk melanjutkan studi menengah atas di Sherborne. Minat utamanya ialah dalam bidang matematika dan sains.
Setelah lulus sekolah tingkat atas, ia melanjutkan kuliah di College, Cambridge University. Saat itu, ia mulai terpengaruh oleh buku bacaan mengenai sains dan matematika karangan Von Neumann, Russell dan Whitehead, dan Goedel. Sehingga dalam hasil penelitiannya, Turing lebih banyak “menciptakan kembali” dibandingkan “menggunakan” temuan yang sudah ada. Semasa kuliah juga ia aktif dalam gerakan damai di Cambrige dan juga ikut kelompok homoseksual.
Mesin Turing
Bakatnya di bidang matematika dan sains sungguh luar biasa. Pada tahun 1930, Alan mampu memberikan ide tentang  komputer digital untuk pemecahan berbagai masalah. Ide itu diwujudkan dengan menciptakan Mesin Turing (Turing Machine) yang akan menjadi cikal bakal komputer modern. 
Mesin Turing ini mewujudkan prinsip esensial komputer. Karyanya memperkenalkan sebuah konsep signifikansi praktis yang sangat besar.  Komputasi sendiri pertama kali dianggap sebagai model kognisi sejak ditemukannya arsitektur standar komputer yang dipakai sampai sekarang. Bahkan, dalam buku The History of Psychology yang ditulis oleh George Boerre, Alan mampu menciptakan konsep-konsep ilmu komputer diluar imajinasinya.
Sebagian besar literatur menyebutkan, mesin turing buatan Alan adalah sebuah alat pengubah dan manipulasi basic simbol abstrak, karena kesederhanaanya mesin turing dapat diadaptasikan untuk melakukan simulasi logika yang dapat dibangun oleh berbagai komputer (disini komputer modern). Mesin turing terdiri dari pita yang dapat digunakan untuk membaca dan menulis simbol pada pita mesin turing tersebut. Seperti layaknya finite machine yang lain, mesin turing memiliki mekanisme kontrol yang berada pada salah satu finite states. Salah satu state ini, yang kita kenal dengan initial state dimana mesin turing melakukan awal inisialisasi. Lainnya kita kenal dengan halt state. Ketika mesin mencapai state ini, mesin berhenti melakukan komputasi. Karenanya mesin turing dapat menjadikan pita tersebut sebagai tempat penyimpanan seperti layaknya pushdown automata menggunakan stacknya. Tetapi mesin turing tidak terbatas pada operasi push dan pop ketika mengakses media penyimpanannya. Sejak saat itu, mesin turing merupakan ibu dari semua komputer yang ada saat ini
Pada tahun 1934, Alan berhasil mendapatkan gelar sarjananya. Kecerdasannya mampu menghasilkan beasiswa di Peacton, Amerika Serikat. Setelah mendapatkan gelar Ph.D-nya,  pada tahun 1936, Alan melanjutkan karier intelektual di Depertemen Komunikasi Britania Raya. Selama perang dunia II (1939-1945), bersama intelektual Inggris,  ia ditugaskan untuk menghancurkan mesin Enigma Code (kode Enigma) milik pemerintah Jerman, yang pada waktu masih dipimpin oleh sang diktaktor Adolf Hitler.  
Alan berhasil menghancurkan mesin tersebut dengan  menciptakan “COLOSSUS”, sebuah mesin yang mampu memecahkan kode enigma dalam waktu singkat. Mesin ini juga merupakan suatu awal menuju komputer digital. Kemudian ia dianggap sebagai  pahlawan perang Inggris.
Kemudian tahun 1950, Alan mengeluarkan paper yang berpengaruh besar berjudul “Computing Machinery and Intelligence”. Dalam papernya ini,  Alan mengusulkan “Tes Turing” sebagai sebuah metode untuk menentukan apakah sebuah mesin memiliki “Artificial Intelligence”. Turing melihat otak manusia sebagai sebuah “mesin yang tidak teratur” yang belajar melalui pengalaman. Hingga tahun 1990-an Tes ini masih dianggap sebagai cara yang paling baik untuk menentukan intelegensia dari sebuah mesin.
Alan juga berusaha untuk mewujudkan konsep “Mesin Turing” menjadi kenyataan dalam bentuk “Automatic Computing Engine” di “National Physical Laboratory”, walaupun pekerjaan ini tidak pernah selesai. Kemudian ia berpindah ke University of Manchester, membuat panduan untuk operasi Manchester Automatic Digital Machine (MADAM).
Dibalik segala kesuksesannya, ternyata Alan adalah seorang homoseksual. Ini sudah dimulai sejak ia masih muda, dan kemudian di tahun 1954 ia ditangkap karena melakukan hubungan seksual dengan seorang pemuda. Ia tidak mengambil pembelaan.Dibandingkan masuk penjara, Alan lebih memilih alternatif hukuman suntik Estrogen untuk menetralisir hormonnya. Ia kehilangan izin keamanan disebabkan karena homoseksuallitasnya yang overaktif.
Setelah aktifitas gay diketahui oleh publik, Alan mulai kehilangan pekerjaannya. Karena tidak tahan dengan tekanan publik, pada 7 Juni 1954, Alan memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Alan Mattison Turing meninggal pada usia 41 tahun di rumahnya, Wislow, London. Hingga saat ini, selain seorang penemu, Alan masih dianggap sebagai bapak ilmu komputer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar